Bahaya Dibalik Penggunaan HP di Usia Dini

Wednesday, 05. 11. 2011  –  Category: Media 2.0

Sebuah artikel lawas tentang bahaya penggunaan telepon genggam (telgam), membuat saya jadi tertarik dengan data statistik yang dikemukakan Nielsen di web mereka. Nielsen adalah lembaga survey terkemuka yang menyediakan informasi bagi para perusahaan, berkaitan dengan apa yang ditonton/didengarkan masyarakat dari media, dan apa yang mereka belanjakan. Data Nielsen itu menyatakan, pertumbuhan pengguna telepon genggam di Indonesia melejit tajam, hampir 54 persen dalam 5 tahun terakhir, sementara pengguna internet rumahan malah menunjukkan kecenderungan turun. Pertumbuhan ini didorong oleh meluasnya penggunaan telgam di kalangan remaja, dan bahkan anak-anak. Lebih dari 70 persen remaja kini sudah memiliki koneksi internet melalui telgam mereka, sementara anak-anak berusia 10-14 tahun, kini memiliki telgam, hampir 5 kali lebih banyak daripada lima tahun yang lalu. Penggunaan terbesar pada […]

Video Belum Tentu Cocok untuk Balita

Wednesday, 07. 21. 2010  –  Category: Untuk Orang Tua

Jika Anda menemukan program-program video/film yang mengklaim bahwa program itu dapat meningkatkan kemampuan balita (8-16 bulan) Anda dalam berbahasa, jangan percaya! Berikut adalah kutipan dari sebuah penelitian, yang dimuat dalam Jurnal Pediatrik: “This important study is the clearest indication yet of potential harm caused by the false and deceptive marketing of television programming and DVDs that target babies. Previous research suggests that television is not a good medium for teaching language to babies. Now we see that infants (ages 8-16 months) who watch baby videos have a slower rate of language acquisition than infants who do not. Not only is there no evidence that baby videos do any of the things the baby video industry claims they do, but these […]

Dari web wellness.blogs.time.com, menyatakan bahwa balita bisa mendapat banyak masalah kesehatan jika terlalu banyak menonton Televisi. Masalah kesehatan yang bisa muncul antara lain kelebihan berat badan dan tingginya tekanan darah, masalah dengan konsentrasi dan perhatian mereka, serta bisa mempengaruhi kemampuan berbahasa. Yang paling berbahaya tentu saja menurunnya kualitas hubungan antara anak-orang tua. Mengenai bahaya televisi terhadap anak, pernah dibahas dalam blog ini sebelumnya. Studies have linked excessive TV-watching in young children to all manner of ills: an increased risk of childhood obesity and high blood pressure, problems with attention and language development, and a decrease in the quality of relationships between children and parents. Now new research, published Monday in the Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, adds weight to […]


Topik

Komentar

Gabung Melekmedia!


Hosting oleh: