Black Campaign atau Agenda Setting?

Monday, 02. 18. 2013  –  Category: Pantau Media

Menjelang pemilu, ketika para calon wakil rakyat atau para pemimpin akan beradu di pentas pemilihan, kampanye-kampanye hitam tak jarang mewarnai media-media massa. Ada yang melalui jalur media mainstream, dan belakangan yang mulai populer digunakan adalah media sosial. Tapi apakah benar semua kampanye hitam, memang bertujuan menghantam citra si korban? Bagaimana jika justru digunakan untuk menaikkan popularitas? Foto atau video yang kini semakin mudah disebarkan lewat media sosial, menjadi sasaran empuk para penyebar informasi untuk mendapatkan perhatian publik. Tapi media massa sendiri tak kalah empuk untuk dijadikan jalur komunikasi, meski tentu saja akan lebih sulit memasok berita personal yang buktinya tak lengkap ke media mainstream. Mereka butuh lebih dari sekedar gosip. Tapi bukankah ada banyak format berita yang selama ini jadi […]

W. James Potter, adalah seorang profesor di Department of Communication, University of California, Santa Barbara, sejak tahun 2001. Penelitiannya terfokus pada melekmedia dan kekerasan dalam media. Ia menulis buku yang populer, “Media Literacy”. Memulai karirnya sebagai jurnalis di sebuah kota kecil, hingga menjadi editor dari Journal of Broadcasting & Electronic Media. Ia sempat bercerita banyak tentang pandangannya kepada situs medialit.org. Pengalamannya sebagai jurnalis di kota kecil memberinya banyak inspirasi. Di kota kecil, jurnalis harus melakukan semuanya sendiri. Mulai dari mencari berita, menulisnya, menyuntingnya, bahkan menata letaknya. Iapun bisa bertemu banyak orang, dan bisa mendapat informasi dari mereka. Karena pengalamannya itu, ia sempat berpikir; Kenapa ada berita yang menurutnya penting, tetapi tak dibaca oleh masyarakat, sementara berita yang dianggapnya hanyalah selingan belaka, ternyata […]

Manfaatkan Media untuk Kontrol Sosial

Monday, 10. 17. 2011  –  Category: Media 2.0

Suatu ketika, saya sedang berkendara bersama istri saya. Tiba-tiba di sebuah putaran di salah satu daerah di dekat Jl. Wastu Kancana, Bandung, kendaraan saya dihentikan oleh sekelompok polisi yang sedang sweeping. Istilah ini sering kita gunakan untuk kegiatan polisi yang sedang memeriksa semua pengendara, entah semua atau beberapa yang menurut mereka mencurigakan untuk ditanyai SIM dan STNK. Berhentilah saya ke pinggir jalan, dan seorang polisi menghampiri saya. Saya cari dompet, untuk menunjukkan SIM dan STNK. Sayang sekali, SIM ternyata tidak ada di dalam dompet, hanya ada STNK. Ok. Saya siap ditilang. Lalu Pak Polisi ini mengajak saya keluar, dan saya mengikuti mereka. Dalam perjalanan menuju salah satu sudut jalan, pak polisi menceramahi saya soal pasal yang saya langgar, dan saya cuma […]

Menepis Rasa Bersalah dengan Iklan

Tuesday, 08. 30. 2011  –  Category: Kajian , Pantau Media

Suatu saat di waktu kecil, kita mungkin pernah mencuri. Kita tahu bahwa mencuri itu salah, tapi kita pasti punya sejuta alasan kenapa tetap melakukannya. Bahkan meski kita tahu risiko apa yang bakal dihadapi, kita cenderung tidak peduli. Bagi kita saat itu bukan ‘kenapa mencuri’ yang dipentingkan, tetapi hasil yang didapat dari kegiatan mencuri itu yang jauh lebih penting. Jika kita perokok, sebenarnya kita tahu bahwa rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Maka kesadaran untuk tidak merokok jadi kurang menarik, digantikan oleh kesadaran bahwa ada rokok yang memberi kita kenikmatan merokok tetapi tidak menjadikan kita sekonyong-konyong sakit. Produsen rokok menyodori kita berbatang-batang rokok sambil mengajak kita ngobrol ngalor ngidul tentang kecantikan perempuan, atau tentang keindahan alam. Ada pula yang mengajak kita […]

Anda pasti tahu apa itu virus HIV, virus penyebab AIDS. Untuk sekedar mengingatkan, AIDS adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Anda bisa dapatkan informasi ini dari wikipedia.org. Tapi saya tidak sedang membicarakan apa dan kenapa HIV/AIDS, melainkan sedang terkesima dengan diluncurkannya Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia, yang kini menimbulkan kontroversi. Paling tidak di dunia maya, berbagai tulisan, tweets, dan debat atau polling sedang membicarakannya. Membaca pasal demi pasal, dan mencoba menghayati alasan di belakangnya, maka yang saya tangkap peraturan ini seperti […]

Etika Pariwara Indonesia

Wednesday, 02. 10. 2010  –  Category: Tata Laksana

Pariwara Indonesia, sudah berulang kali menjadi sorotan. Kode etik sudah dibuat, tapi implementasinya boleh dibilang masih setengah hati. Dari web PPPI, kode etik ini pernah disempurnakan dan disosialisasikan ulang pada tahun 2006, setelah tahun 2005 diresmikan. Sosialisasi substansi Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang merupakan penyempurnaan kedua terhadap kitab Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia, dilakukan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) pada tanggal 10 Mei 2006 di Tiara Room, Hotel Crown Plaza, Jakarta. Berikut kutipan dari web PPPI Official Website tentang proses/jejak langkah penyempurnaan Etika Pariwara Indonesia (EPI): Para Panelis terdiri dari Hery Margono – Ketua Hukum dan Perundang-undangan Pengurus Pusat PPPI 2005 – 2008, serta Ridwan Handoyo – Ketua Badan Pengawas Periklanan 2005 – 2008, dan Baty Subakti- […]

Bullying dan Pencitraan dalam Iklan

Friday, 02. 5. 2010  –  Category: Literasi Baru

Banyak hal dalam periklanan, kalau dikaji lebih dalam bisa dikategorikan sebagai sebuah proses bullying. Banyak iklan, meskipun tidak semuanya, memberi tekanan yang cukup membuat orang lain tidak nyaman. Ambillah kasus iklan operator telekomunikasi, dengan slogan “Hari gini…”. Tahu kan, iklan apaan? Secara tidak langsung, besar sekali tekanan yang muncul bagi mereka yang tidak sanggup beli handphone, untuk akhirnya memaksakan memilikinya. Contoh lain, Iklan shampoo misalnya, yang konsisten ‘mendiskriminasikan’ orang-orang berketombe. Belum lagi iklan pemutih kulit, yang selalu menggambarkan perempuan berkulit gelap tidak pernah mendapat perhatian dari laki-laki. Demikia juga berbagai ledekan untuk mereka yang kelebihan berat badan. Apa itu Bullying? Apa kaitannya dengan advertising? Coba cek definisi bullying berikut; Bullying is when someone keeps doing or saying things to have power over another […]

Hasil Penelitian tentang Kemampuan Melek Media

Tuesday, 01. 19. 2010  –  Category: Literasi Baru

Penelitian Isti Prihandini tentang Kemampuan Melek Media Pada Lima Siswa Peserta Mata Pelajaran Media Literacy di Sekolah Dasar Islam Lentera Insan Depok ini bisa dibilang salah satu temuan penting yang sulit kita temui terkait kemampuan melekmedia di Indonesia. Semoga hasil penelitian ini bisa berguna bagi pengembangan pendidikan melekmedia di sekolah. Butir-butir penting kesimpulan dalam thesis ini antara lain, materi mata pelajaran media literacy pada SD Lentera Insan selaras dengan konsep media literacy menurut Silverblatt’s (1995). Dalam konsep tersebut, Silverblatt’s (1995) menyebutkan ada lima elemen media literacy, yaitu (1) sadar akan dampak media, (2) memahami proses komunikasi, (3) mengembangkan strategi menganalisis dan mendiskusikan pesan media, (4) sadar akan pengaruh media pada budaya kontemporer dan individu, serta (5) menghargai isi media. Sebagian […]

[kompas] Orang Tua Perlu Melek Media

Sunday, 01. 17. 2010  –  Category: Literasi Baru

Media Literasi, atau dalam istilah lazimnya disebut Melek Media, saat ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kasus demi kasus, yang melibatkan anak, membuat orang tua harus semakin waspada.  Kompas.com, menyempatkan menulis tentang media literasi ini, berkaitan dengan sebuah acara seminar bertajuk “Media Literasi; Literasi Abad 21″. Media dituntut untuk tidak saja mengedepankan sisi hiburan, tetapi juga memperhatikan unsur pendidikan, karena Undang-undang penyiaran menngamanatkan begitu. Berikut adalah kutipan penuh dari artikel Kompas tersebut. JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah kondisi anak terkepung media, orangtua perlu melek media pula dan peduli. Sebagian besar waktu anak dihabiskan di depan media, terutama televisi, video game, dan internet. Hal itu terungkap dalam acara seminar guru bertajuk “Media Literasi; Literasi Abad 21″, Minggu (26/4). Seminar […]

[scribd] Pendidikan Melek Media

Saturday, 01. 16. 2010  –  Category: Literasi Baru

Sekedar untuk meyakinkan, bahwa media literasi, atau melek media sudah saatnya masuk dalam pendidikan formal. Sebagai pendekatan, media literasi seharusnya dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran yang relevan, misalnya pelajaran bahasa, sosiologi, dsb. Ia tidak harus berdiri sendiri, tetapi dapat diintegrasikan. Beberapa teknologi dalam media sosial bahkan bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran baru. Pendidikan Melek Media


Topik

Komentar

Gabung Melekmedia!


Hosting oleh: