Beranda  »  Artikel » Literasi Baru   »   Kajian Media, Memangnya Kenapa?

Kajian Media, Memangnya Kenapa?

Oleh: rahadian p. paramita -- 11 Maret, 2011 
Tentang: ,  –  2 Komentar

Belajar

Mengapa perlu melakukan kajian media? Perlu alasan yang seriuskah untuk melakukan hal ini? Menurut Graeme Burton dalam bukunya “Yang Tersembunyi di Balik Media”, paling tidak ada beberapa alasan kenapa kajian media itu perlu dilakukan.

1. Minat

Seseorang mungkin punya minat terhadap media tertentu. Seperti yang kita tahu, ada banyak sekali jenis media dewasa ini, mulai dari yang cetak, elektronik, online, bahkan media-media alternatif seperti ambient media. Minat bisa muncul karena ia pernah mendengar, atau paling tidak tidak sudah tahu sedikit tentang media yang menjadi minatnya. Karena alasan ini, seseorang bisa melakukan kajian media, meski tidak harus dengan ‘sadar.’

2. Kekuatan dan Pengaruh Media

Banyak orang percaya, bahwa media memiliki kekuatan yang dahsyat, tetapi sulit untuk menjelaskan dengan gamblang, kekuatan seperti apa yang dimiliki media. Kekuatan utamanya, adalah membentuk apa yang kita pikirkan dan kita ketahui tentang dunia, dan menjadi sumber utama bagi pelbagai ide dan opini. Media juga mampu mempengaruhi perilaku kita. Kekuatan itu akan tampak lebih jelas, ketika kita perhatikan bagaimana ragam media dimanfaatkan untuk suatu kepentingan, misalnya kampanye. Penasaran dengan kekuatan semacam ini, bisa mendorong seseorang melakukan kajian media.

3. Kekuatan Ekonomi

Industri media mempekerjakan ribuan orang, dengan beragam kompetensi yang luar biasa. Selain melibatkan teknologi yang sangat mahal, biaya mempekerjakan ribuan orang itu juga bukan biaya murah. Keahlian orang-orang media dihargai sangat mahal belakangan ini. Hal ini menyebabkan industri media memiliki perputaran uang yang luar biasa besar. Sebut saja harga pemasangan iklan di media massa seperti koran, atau iklan di televisi. Dengan biaya yang besar, tak mungkin orang mau memanfaatkan media tanpa memahami benar bagaimana ia bekerja, dan mencapai tujuan yang diinginkan. Kajian media juga dapat menyoroti bagaimana aspek ekonomi media.

4. Skala Operasi

Media massa terkenal memiliki jangkauan yang hampir tak terbatas. Ia bisa menjangkau seluruh dunia. Apalagi di era internet. Film-film Hollywood, dapat ditonton hampir di seluruh penjuru dunia karena mereka memiliki jaringan pemasaran yang luar biasa. Skala operasi media yang sangat massal, menjadikannya obyek kajian yang menarik.

5. Akses Menuju Khalayak

Dengan menggunakan media, kita bisa berkomunikasi dengan setiap orang, bahkan sampai di ruang pribadi mereka. Media juga bisa “memilih dan memilah” khalayaknya. Dengan kharakteristik pesan yang tersegmentasi, pesan dalam media dapat menjangkau khalayak yang khusus. Penetrasi macam ini tentu sangat diinginkan oleh pihak-pihak tertentu, agar dapat mengambil keuntungan darinya. Kajian media sangat manjur untuk membongkar ulang apa yang sebenarnya dilakukan dengan proses komunikasinya.

6. Informasi dan Hiburan

Media bukan saja tempat pesan dititipkan, untuk kemudian disampaikan kepada khalayak. Pesan itu kemudian bervariasi, bisa sekedar informasi terkini, atau bahkan cuma sekedar hiburan. daya tarik hiburan melalui media, juga tak kalah dahsyat. Sinetron di Indonesia seperti tak pernah ada habisnya, hanya karena ia bisa menjadi hiburan yang murah meriah bagi sebagian kalangan. Kajian media dapat mengamati berapa besar media menjadi sumber informasi dan hiburan bagi masyarakat, serta apa dampaknya.

7. Repetisi Pesan

Meyakinkan masyarakat tentang suatu isu, dapat dilakukan secara berulang-ulang di media. Tengok saja, berapa kali sebuah iklah muncul di televisi dalam satu hari? Tak ada yang menjadwalkan satu iklan tayang hanya satu hari sekali. Pengulangan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan efek yang semi permanen terhadap ingatan khalayak. efek repetisi ini menjadi kajian media yang tak pernah habisnya.

8. Makna dan Pesan

Ini salah satu alasan yang paling penting, apalagi jika kita kaitkan dengan Melek Media. Kemampuan kita “membaca” pesan media, baik yang tertulis maupun dalam bentuk visual, dan audio visual, sangat menentukan seberapa besar kita dapat mendayagunakan informasi yang kita dapat dari media. Banyak informasi sampah yang juga disampaikan melalui media, tetapi terkadang sulit membedakannya. Kajian media serius menggali bagaimana suatu pesan dikemas sedemikian rupa, sehingga inti pesan bisa tersamar oleh kemasannya.

Artikel lain sekategori:

2 Komentar untuk “Kajian Media, Memangnya Kenapa?”

  1. Ai boy

    wah, asyik nih…

  2. andi firman mallarangeng

    gak asyik ahh…peace, hehe