Perihal

Wednesday, 01. 13. 2010

* * *

Berpikir itu jauh lebih penting, betul khan? Ketika berhadapan dengan dunia maya, yang kerjanya cuma klak-klik sana-sini, seringkali ‘berpikir’ menjadi aktivitas yang terlewatkan.

Nemu sesuatu, adrenalin bereaksi, tekan Ctrl+C, Ctrl+V, lalu klik sini, klik sana, dan weesss…

Dalam sekejap Anda bisa mengirim informasi ke jutaan manusia lain di dunia. Sensor bisa sangat minimal, sehingga kalau yang membacanya pun tanpa ‘berpikir dengan sehat’, maka entah apa jadinya.

It’s not enough to know how to press buttons on technological equipment: thinking is even more important.”

medialit.org

Tantangan muncul di era baru media dengan lahirnya internet. Melek media, atau literasi media, oleh UNESCO sudah disebut sebagai tantangan baru yang perlu dihadapi.

Internet, atau dunia maya tak ubahnya seperti hutan belantara. Kita bukanlah penduduk aslinya. Hanya sebagian orang di dunia ini yang memang menjadi ‘penduduk asli’ dunia itu.

Mereka yang tahu betul seluk beluknya. Dan sebagian besar dari kita, adalah ‘pendatang’ yang sempat beberapa kali tersesat juga.

Setiap orang pasti pernah lupa membaca peta atau peringatan yang dipasang, terkadang karena malas, lantaran ditulis dengan bahasa yang bukan bahasa emak.

We must prepare young people for living in a world of powerful images, words and sounds.

UNESCO, 1982.

Melek media, dapat menjadi bekal dan panduan umat manusia agar dapat bertahan hidup dalam peradaban baru yang dibawa oleh media. Bukan cuma internet yang kita kenal melalui komputer desktop, atau laptop, kini internet juga ada di saku kita.

Mobile internet, sudah di ambang pintu. Anak-anak sejak SD sudah mengenal perangkat komunikasi bergerak ini, dan dengan sangat fasih mengadopsinya.

Sementara jurang antara percepatan teknologi media, dengan sikap dan perilaku kita terhadap teknologi itu, masih menganga sangat lebar. Literasi media mutlak dibutuhkan.

Blog ini semoga bisa memberi sumbangan untuk mempersempit jurang tersebut. Isinya kumpulan tulisan atau kajian ulang dari berbagai materi yang ada, baik tercetak maupun yang tersedia daring tentang pendidikan & melek media.

Selengkapnya mengenai apa dan mengapa melek media, silakan lihat di artikel ini. Sekadar mengingatkan, istilah “media” dalam blog ini, tidak melulu tentang “media massa”.

Media dimaksud bisa beragam bentuknya. Mulai dari media cetak, elektronik, maupun yang berbentuk digital. Bukan sekadar koran atau majalah, televisi atau radio, ataupun media daring di internet.

Silakan menggunakan konten yang ada di sini untuk kepentingan non-komersial. Untuk kepentingan komersial, Anda butuh izin penulis, atau pemilik sah dari materi dan/atau informasi yang tampil di sini.


Topik

Komentar

Gabung Melekmedia!