Sebuah penelitian dari The Ethnographic Research in Illinois Academic Libraries (ERIAL) mengungkap beberapa fakta yang menarik tentang kebiasaan mahasiswa dalam melakukan penelitian. Penelitian ERIAL ini dilakukan selama dua tahun, tujuan utamanya mengungkap bagaimana proses para mahasiswa melakukan penelitian, dan bagaimana hubungan antara mahasiswa, pengajar, dan pustakawan dalam membantu proses tersebut.

Penelitian ini dilakuan dengan metode kualitatif, melibatkan banyak kegiatan wawancara, pengamatan terhadap foto-foto, atau pengamatan langsung di perpustakaan. Hasilnya terdeksripsi secara detil sehingga dapat tergambar proses penelitian yang dimaksud. Proyek ini sendiri merupakan kerja bareng lima perguruan tinggi di Illinois, Amerika Serikat.

Salah satu hasil yang menarik perhatian adalah, penggunaan Google.com sebagai sumber penelitian. Dari 156 responden penelitian dari 5 perguruan tinggi yang terlibat, hampir semua menyebut Google. 60 di antaranya, ternyata tidak bisa menggunakan Google dengan baik. Jikapun mereka memanfaatkan sumber data yang lain, mereka memperlakukannya seperti ketika menggunakan Google.

Kebiasaan menggunakan Google, juga ternyata diakui sebagian mahasiswa yang merasa malah untuk menemukan buku yang tepat. Meski fasilitas perpustakaan sudah cukup memadai, tetapi terkadang masih ada alasan tidak bisa menemukan bukunya. Sementara, kesalahan umum pada pemanfaatan Google adalah mereka tidak bisa menyaring informasi yang ditampilkan Google, bahkan beberapa di antaranya tidak bisa memfokuskan apa yang ingin ia temukan.

Literasi Digital

Literasi digital, pernah diuraikan dalam taksonomi digital dengan menanfaatkan taksonomi tujuan belajar yang pernah dibuat oleh Benjamin Bloom. Taksonomi Bloom akan membantu menguraikan kemampuan apa saja yang harus dimiliki seseorang yang mengaku digital literate. Dalam format aslinya, taksonomi Bloom terdiri atas 3 ranah belajar, Kognitif, Afektif, dan Psikomotor. Dalam kaitannya dengan artikel ini, kita hanya akan melihat dari aspek kognitifnya saja. Kemampuan mencari, menemukan informasi yang relevan, termasuk dalam salah satu tingkatan dalam Taksonomi Bloom.

Di ranah Kognitif saja, ada 6 tingkatan pengetahuan yang harus dicapai. Tingkatan ini pernah direvisi pada tahun 2001, sehingga tingkat paling rendah kini adalah Mengingat (Remembering), dan tingkat paling tinggi adalah Mencipta (Creating). Mencari dan menemukan informasi, masuk dalam tingkatan literasi digital paling rendah, Mengingat. Artinya, seseorang sudah dikatakan literate di tingkat ini kalau ia sudah hafal di luar kepala mengenai cara menemukan informasi di internet.

Dalam kompetensi menemukan informasi di internet melalui Google.com misalnya, masih bisa diurai lagi kemampuan apa saja yang sebaiknya dimiliki. Kita tahu banyan cara yang bisa digunakan ketika mencari sesuatu di Google, seperti yang pernah ditulis sebelumnya dalam artikel ini. Selain 10 tips yang ditulis tersebut, masih banyak lagi tips dan trik yang perlu diketahui agar mampu memanfaatkan Google secara optimal. Dan yang paling penting adalah, bagaimana kita yakin bahwa informasi yang kita dapat itu memang benar-benar valid.

Menemukan informasi yang tepat di internet menjadi salah satu kompetensi yang penting dalam literasi digital, karena di sana banyak sekali informasi yang bisa muncul. Google bisa menyediakan puluhan juta tautan berdasarkan kata kunci yang kita ketikkan. Akan sulit membedakan mana sumber yang kredibel, dan mana yang tidak, jika tidak mampu mengenalinya ciri-cirinya. Banyak informasi yang sebenarnya muncul dari website karena mereka sengaja mendekatkan web-nya dengan kata kunci tertentu. Teknik SEO (Search Engine Optimization) seperti ini, terkadang disalahgunakan, sehingga kata kunci dengan isi web sama sekali tidak relevan.

Karena sangat penting, literasi digital ini sebaiknya diperkenalkan untuk pelajar, mulai dari bangku SMP hingga perguruan tinggi. Data di Amerika yang memiliki jumlah pengguna internet sangat besar, ternyata seperti yang sudah diuraikan di atas. Bagaimana dengan data kita di Indonesia? Penelitian yang sama rasanya menarik untuk dilakukan di sini.

Komentar Anda?


Gabung Melekmedia!