Mengukur Kualitas Liputan Bunuh Diri

Minggu, 05. 8. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Sebuah riset melahirkan alat bernama TEMPOS, patut dicoba di Indonesia, mengingat pemberitaan kasus bunuh diri belakangan ini.

Kebebasan Pers Memprihatinkan

Kamis, 05. 5. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Skor Indeks Kebebasan Pers di Indonesia lebih buruk dari Timor Leste. Reporters Without Borders (RSF) menyoroti beberapa catatan yang mesti dibenahi.

Hoaks Seputar Covid-19 Berlipat Ganda

Sabtu, 04. 16. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Dalam kurun waktu setahun terakhir hoaks seputar Covid-19 belum ada tanda-tanda mereda. Dibandingkan setahun silam jumlahnya dua kali lipat.

Ingat April Mop, Ingat Pemeriksaan Fakta

Sabtu, 04. 2. 2022  –  Category: Artikel, Literasi Baru

April Mop populer di dunia meski asal-usul pastinya masih misteri. Momen ini digunakan untuk mengingatkan pentingnya pemeriksaan fakta.

Sang “Pakar dari Segala Pakar”

Kamis, 03. 31. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Media sosial melahirkan “Pakar dari Segala Pakar”. Tengok saja fenomena meme “Begini Tanggapan Lesti Kejora”.

CEK FAKTA: Ma’ruf Amin Dukung 3 Periode?

Rabu, 03. 23. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Tangkapan layar berita Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang dikesankan mendukung masa jabatan presiden 3 periode adalah hoaks belaka. Pelakunya bukan sekali-dua mengacaukan informasi.

Jangan Abai Indikasi Bunuh Diri di Medsos

Senin, 03. 7. 2022  –  Category: Artikel, Media 2.0

Kasus bunuh diri dan disiarkan lewat media sosial ditengarai kian marak di berbagai negara. Penyebabnya masih misterius, upaya pencegahan harus tetap jalan.

Media Daring Sumber Informasi Ketiga

Jumat, 01. 21. 2022  –  Category: Artikel, Pantau Media

Pencari informasi di media daring meningkat, walau bukan sumber informasi utama. Kepercayaan terhadap media daring juga meningkat, meski “hanya” menempati posisi keempat.

Netizen Indonesia Lebih Percaya Media

Jumat, 12. 31. 2021  –  Category: Artikel, Pantau Media

Saat ketidakpastian berlimpah, kepercayaan dibutuhkan lebih dari apapun. Tergerusnya kepercayaan pada media tradisional, membuat aktor-aktor jahat leluasa menebar informasi.

Rayuan dalam 3 Film Drama Romantis Indonesia

Jumat, 10. 22. 2021  –  Category: Artikel, Pantau Media

Dilan cocok bergelar si Raja Gombal, lebih jempolan dibandingkan Galih dalam Gita Cinta dari SMA (1979), apalagi Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta (2002).

Daur Ulang “G30S/PKI” Sejak 2009

Kamis, 09. 30. 2021  –  Category: Artikel, Pantau Media

Tahun demi tahun, seperti ada upaya mempertahankan siklus “suplai dan permintaan” seputar isu PKI. Selain debat soal pemutaran film G30S/PKI di televisi, “kebangkitan PKI’ juga masih jadi topik favorit.

Segelintir Film Anak di Panggung Nasional

Selasa, 03. 31. 2020  –  Category: Artikel, Pantau Media

Film anak-anak adalah genre yang paling jarang muncul di tengah keramaian horor, komedi, dan drama percintaan di Indonesia.

Adu Kejut Tiga Film Horor Nasional

Minggu, 02. 9. 2020  –  Category: Artikel, Pantau Media

Meski durasinya cenderung singkat dibandingkan total durasi film horor, adegan jumpscare sukses bikin merinding. Tidak hanya lewat gambar, bunyi-bunyian pun dipakai meneror.

Lika-liku Lahirnya Hari Film Nasional

Jumat, 03. 30. 2018  –  Category: Artikel, Pantau Media

Butuh waktu panjang sebelum 30 Maret diterima dan diperingati sebagai Hari Film Nasional (HFN). Alternatif adalah 19 Mei, dan 19 September.

Menyoal Model Bisnis Media Daring

Jumat, 12. 16. 2016  –  Category: Artikel, Pantau Media

Rata-rata klik atas sebuah iklan display mencapai 0,1 persen, atau hanya 1 dari 1.000. Sedangkan untuk iklan display berukuran 468×60 piksel, hanya mencapai 0,04 persen.

Linimasa Media Daring Indonesia

Rabu, 11. 9. 2016  –  Category: Artikel, Pantau Media

Republika mungkin yang pertama online. Namun bila melihat cara kerjanya, Detikcom layak disebut pionir media daring Indonesia.

Quo Vadis Media Daring Indonesia

Sabtu, 11. 5. 2016  –  Category: Artikel, Pantau Media

Perkembangan teknologi telah mengubah wajah jurnalisme, khususnya pada media daring. Melahirkan perpaduan harmonis antara tradisi dengan inovasi

The Clicking Monkeys versi Rusdi Mathari

Rabu, 02. 12. 2014  –  Category: Artikel, Pantau Media

Catatan Melekmedia: Beredar hoaks di media Indonesia tentang PM Singapura Lee Hsien Loong memutuskan tidak berteman lagi dengan Presiden SBY di Facebook. Lee dikabarkan wartawan menghapus tag foto SBY di album foto di Facebook-nya. Salah satunya dimuat di sini. Kabar itu dikutip dari NewNation.sg, sebuah situs yang dijelaskan sebagai “[…] the most dysfunctional, satire site […]

Di balik Pemberitaan Wacana Tes Keperawanan

Jumat, 08. 23. 2013  –  Category: Artikel, Pantau Media

Wacana tes keperawanan menghebohkan publik, kemudian berakhir “kisruh”. Polemik tambah pelik karena berita ini digadang telah dipelintir media.

Mewaspadai Propaganda dalam Media

Selasa, 12. 20. 2011  –  Category: Artikel, Literasi Baru

Propaganda adalah penjelasan atau penerangan yang benar atau salah, untuk meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu.

Revolusi Seperti Apa yang Masuk Radar Media?

Minggu, 09. 25. 2011  –  Category: Artikel, Pantau Media

Single “The Revolution Will Not Be Televised”, adalah salah satu yang memotret “netralitas” media secara kritis. Ia menyinggung diskriminasi terhadap liputan kekerasan di televisi.

Menguak Independensi Media Massa Indonesia

Minggu, 05. 1. 2011  –  Category: Artikel, Literasi Baru

Belakangan ini, media massa sibuk menibani kita dengan beragam berita, sehingga kasus lama pun menguap. Kasus Century, Gedung DPR baru, Antasari, seperti hilang tertelan berita tentang terorisme yang selalu marak “tepat” pada waktunya. Sementara ada pihak yang merasa media massa berpihak dan main mata dengan kepentingan lain, bahkan curhat dimana-mana karena isunya hanya masuk koran, tidak masuk televisi. Independensi […]

Seberapa Cepat Anda Membaca Data?

Selasa, 04. 26. 2011  –  Category: Artikel, Literasi Baru

Sebuah berita di Koran Tempo hari ini (26/4/2011) menyatakan, 49% Siswa Setuju Aksi Radikal Berlabel Agama. Wow! Cukup memprihatinkan tentu saja. Penelitian ini dibuat oleh Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) selama Oktober 2010-Januari 2011. Kenapa atas nama agama, ada orang yang bisa memilih aksi radikal? Tapi bentar dulu, apa yang sebenarnya terjadi? Dalam artikel itu […]

[Kompas] Gambar-gambar yang Menipu

Senin, 04. 18. 2011  –  Category: Artikel, Literasi Baru

Oleh: T. Yulianti Pemerhati Masalah Internasional. SEBUAH gambar bisa lebih kuat berbicara ketimbang ribuan kata. Tamsil ini dipraktikkan betul oleh para ahli strategi media Pentagon dalam menyajikan ke publik di seluruh dunia mengenai jalan cerita penangkapan Saddam Hussein. Televisi secara berulang-ulang, terus-menerus, menayangkan gambar Saddam yang tua dan lelah. Matanya merah, janggut kelabu, rambut tak […]

Kajian Media, Memangnya Kenapa?

Jumat, 03. 11. 2011  –  Category: Artikel, Literasi Baru

Mengapa perlu melakukan kajian media? Perlu alasan yang seriuskah untuk melakukan hal ini? Menurut Graeme Burton dalam bukunya Yang Tersembunyi di balik Media, paling tidak ada beberapa alasan kenapa kajian media itu perlu dilakukan. Kalau Anda juga melakukannya, mungkin Anda punya alasan sendiri? 1. Minat Seseorang mungkin punya minat terhadap media tertentu. Seperti yang kita […]

Media Sosial itu Apaan Sih?

Jumat, 03. 19. 2010  –  Category: Artikel, Media 2.0

Apaan sih social media? Pertanyaan ini mungkin sering muncul, seiring dengan popularitas social media, atau media sosial, yang kini sedang menanjak. Di berbagai media massa, isu ini sering dibahas, baik dari sisi positif maupun negatifnya. Ada banyak pula penjelasan mengenai media sosial ini. Berikut salah satu ulasan tentang media sosial, yang berhasil ditemukan di internet. […]

Pariwara Indonesia, sudah berulang kali menjadi sorotan. Kode etik periklanan sudah dibuat, tapi implementasinya boleh dibilang masih setengah hati. Dari web PPPI, kode etik ini pernah disempurnakan dan disosialisasikan ulang pada tahun 2006, setelah tahun 2005 diresmikan. Sosialisasi substansi Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang merupakan penyempurnaan kedua terhadap kitab Tata Krama dan Tata Cara Periklanan […]