Di dunia maya, di era media 2.0 dimana setiap orang bisa jadi sumber informasi, konten apa saja bisa diunggah dan disebarkan. Tetapi tidak semua konten pasti layak untuk disebarkan ke publik, apalagi dengan adanya media sosial, penyebarannya bisa sangat mudah, cepat, tetapi sulit dikendalikan. Seperti juga pada kasus cyberbullying, sekali konten terkirim ke internet, dampaknya bisa terjadi berulang-ulang, dalam waktu yang tak terhingga. Karena itu berpikirlah sebelum mengunggah konten ke internet, apakah konten itu layak atau tidak.

Ukuran layak tidak layak, tentu banyak dasarnya, bisa berdasarkan hukum formal, ataupun ukuran kepantasan dalam masyarakat. aturan hukum, bisa sangat bias kekuasaan, misalnya kalau berurusan dengan isu pencemaran nama baik. Sementara ukuran kepantasan tentu sangat kontekstual, terutama berkaitan dengan urusan pornografi, kesadisan, penyebar kebencian, atau kengerian. Di satu negara bisa sangat bebas, sementara di negara lain mungkin lebih ketat.

Internet adalah ruang publik yang siapa saja bisa mengakses, sehingga anak-anak yang tidak sengaja mengakses konten seperti ini akan mejadi korban. Kalau kita menemukan konten yang seperti ini, yang bisa dilakukan adalah melaporkannya kepada pihak penyedia layanan. Semua penyedia layanan yang memuat konten biasanya menyediakan fitur pelaporan terhadap konten yang melanggar suatu aturan. Dalam artikel ini, yang akan kita maksud ilegal bukan saja dari sisi aturan hukum, tetapi juga yang berdasarkan ukuran kepantasan.

Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google+, dan semacamnya, lazim memberikan mekanisme pelaporan terhadap konten yang dianggap bermasalah. Konten berupa foto, tulisan, atau video, dapat dilaporkan jika dianggap melanggar aturan, terutama aturan yang diberlakukan pada penyedia layanan tersebut. Misalnya saja, kalau mengunggah foto di Twitter, ada beberapa pihak ketiga yang menyediakan layanan penampil foto-foto tersebut. Ada Twitpic, Lockerz, bahkan Twitter sendiri memiliki layanan tersebut. Nah, mereka memiliki aturan tentang apa yang boleh diunggah, dan apa yang tidak.

Pelanggaran terhadap aturan itu, memungkinkan pengguna melakukan pelaporan, dan pihak penyedia layanan punya hak untuk menghapus konten tersebut dengan pemberitahuan kepada pemiliknya. Mereka akan memastikan bahwa terjadi pelanggaran aturan penggunaan. Sebuah akun bisa dibredel jika terus-terusan melanggar peringatan yang sudah diberikan.

Berikut adalah ringkasan tips melaporkan konten bermasalah untuk beberapa penyedia layanan di internet.

  • Dari Google.com, Anda dapat mengakses halaman ini: Melaporkan Konten Yang Tidak Pantas. Secara umum, halaman itu memberi penjelasan mengenai mekanisme pelaporan untuk beberapa produk mereka, seperti YouTube, Buzz, Blogger, dan Album Web Picasa. Masing-masing produk itu menyediakan layanan untuk membuat, mengeposkan, dan berbagi konten, sehingga disanalah konten bermasalah tersimpan. Dari halaman ini Anda bisa mendapatkan petunjuk untuk masing-masing produk.
  • Dari Facebook, bukalah halaman Melaporkan Pelanggaran, yang cukup lengkap membahas tentang pelanggaran dan cara melaporkannya. Di sana ada topik mengenai Penyalahgunaan Keamanan Akun, dan Laporan Akun Sensitif. Mislanya Anda akan melaporkan konten pornografi, maka dapat membaca bagian Bagaimana cara melaporkan konten pornografi di Facebook? Anda dapat melaporkan foto yang melanggar Pernyataan Hak dan Tanggung Jawab Facebook dengan menggunakan tautan “Laporkan Foto Ini” yang tersedia di sudut kanan bawah di bawah foto. Facebook akan memantau keluhan jenis ini dan menghapus foto jika dianggap perlu. Di Facebook juga ada Halaman Pusat Keamanan Keluarga, yang pernah dibahas di artikel ini.
  • Dari Twitter.com, ada halaman Report a Violation. Halaman ini sangat lengkap menjelaskan beragam aturan dasar, tips praktis menggunakan Twitter dengan benar, dan melaporkan sesuatu yang dianggap bermasalah. Untuk persoalan konten foto di Twitter misalnya, ada penjelasan khusus di halaman Flagging Media Violation. Di sana dijelaskan bagaimana melaporkan konten yang bermasalah, dengan menekan tombol Flag This Media. Karena Twitter juga berhubungan dengan tautan ke pihak ketiga, mereka juga memberi tautan ke bebrapa penyedia layanan yang berhubungan dengan Twitter. Berikut adalah daftar tautan yang bisa dikunjungi:
  • Dari Yahoo, ada halaman Panduan Kualitas Konten. Berdasarkan standar kualitas yang disebutkan di halaman tersebut, Yahoo! berhak mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menjamin kualitas indeksnya. Pengguna dapat mengklik link ‘Laporkan sebagai tidak pantas’ pada halaman dan mengisi formulir agar dapat segera diambil tindakan.

*Foto milik Billy Alexander via sxc.hu

Komentar Anda?


Gabung Melekmedia!