2 February, 2012 

Gagasan Melawan Penipuan Online

Oleh: rahadian p. paramita
Tentang: , ,  –  Komentar Anda?

Oleh: Ipung Purnomo

Tidak bisa dipungkiri, di tengah maraknya berbagai situs e-commerce, baik melalui forum jual beli, hingga media sosial yang terus berkembang, siapapun bisa dan bebas berdagang secara online. Lihatlah halaman Facebook Anda, bisa dikatakan hampir setiap hari bermunculan foto yang menawarkan aneka produk. Bahkan Multiply yang dulunya blog untuk berbagi tulisan, foto, dan sebagainya, kini berevolusi menjadi etalase online.

Di satu sisi, ini merupakan hal yang baik, karena peluang berwirausaha terbuka lebar dan dapat meningkatkan aktivitas perekonomian. Akan tetapi, apakah perdagangan online ini sudah mencapai tahap yang memuaskan pembeli? Mungkin ‘iya’, tapi jawabannya cenderung ‘tidak’.

Dilihat dari survey ini, sebagian besar masyarakat kita ternyata masih enggan berbelanja online. Alasan terbesar mereka adalah tidak percaya kepada si pedagang alias takut ditipu. Jual beli online dianggap sesuatu yang menakutkan dan penuh risiko. Kalau sudah ditipu, lenyaplah uang hanya dalam hitungan detik. Mau lapor Polisi? Padahal pesepsi ini tidak semuanya benar. Ada banyak orang sukses menjadi wirusahawan hanya dengan berjualan di internet.

Bukannya pesimis, tetapi penanganan cybercrime di Indonesia masih jauh dari yang kita harapkan. Sekarang mari kita bayangkan, bagaimana jika masyarakat – kita – membentuk gerakan kampanye melawan penipuan online. Kenapa menggunakan kata ‘melawan’ bukan dengan kata ‘anti’? Sebab dengan kata ‘melawan’ maka kita akan menggunakan taktik tersendiri untuk melindungi diri, sementara kalau menggunakan kata ‘anti’ bisa menimbulkan kesan tidak baik terhadap jual beli online itu sendiri.

Gerakan ini nantinya bernama Smart Buying, yang bermakna “cerdas dalam membeli”. Gagasan kampanye ini ingin menyadarkan masyarakat tentang bahaya penipuan online, kemudian mengajak untuk mencegahnya bersama. Caranya yaitu dengan ajakan cermat sebelum membeli, terutama cermat dalam mengetahui informasi penjual. Karena kunci utama dalam mempercayai penjual hanyalah dengan mengenalnya.

Tidak hanya membentuk gerakan online, tetapi kita juga bisa muncul di dunia nyata, dengan mengadakan seminar, ngobrol tentang jual beli online, dengan melibatkan para pakar di bidangnya. Bila perlu kita bisa bekerja sama dengan lembaga yang melindungi hak-hak konsumen di internet.

Mari kita bayangkan lagi bila sebagian masyarakat sudah sadar. Jika jual beli online sudah mencapai tahap yang memuaskan bagi sebagian besar konsumen. Well, bisa jadi istilah pedagang kaki lima di jalanan migrasi ke dunia maya menjadi pedagang satu jari…, klik!

Berikut ini adalah media-media yang dirancang untuk kampanye ini:

*Ipung Purnomo, adalah Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pasundan, Bandung. Gagasan ini disampaikan dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Merencana V, di Jurusan DKV Unpas, Bandung.

Nihil Komentar untuk “Gagasan Melawan Penipuan Online”

  1. James Rodgames

    keren. 🙂

    salam kenal dari http://penipuan.org

Komentar Anda?


Gabung Melekmedia!