19 March, 2010 

Iklan Menarik Minat Remaja Putri Merokok

Oleh: rahadian p. paramita
Tentang: , ,  –  Komentar Anda?

Sebuah penelitian dari jurnal Pediatric, Amerika Serikat, menemukan bahwa ada kaitan erat antara iklan rokok dengan meningkatnya minat merokok pada remaja putri. Jika di masa lalu kebiasaan merokok pada perempuan masih bisa dibilang sangat jarang, kini justru upaya untuk mencegah remaja putri merokok, sangat sulit dilakukan.

Sejak tahun 1998, perusahaan rokok di Amerika sepakat dengan pihak pemerintah agar tidak menjadikan kalangan remaja dan anak sebagai target iklan rokok. Meski demikian, iklan rokok Camel No. 9, yang menarik minat kaum remaja putri ini, ternyata memang menurut kreatornya tidak diarahkan untuk remaja, melainkan perempuan dewasa.

Kenyataannya, berdasarkan penelitian itu, remaja putri dengan cepat dapat menyebutkan iklan rokok itu sebagai iklan yang yang peling diingat. Penelitian itu sendiri dilakukan melalui survei melalui telepon, terhadap 1.036 anak-anak berusia antara 10-13 tahun, sejak tahun 2003. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan, apakah benar iklan yang dimaksudkan untuk orang dewasa itu, tidak berpengaruh terhadap anak-anak/remaja.

Anak-anak/remaja putri yang menjadi partisipan penelitian itu, hampir setengahnya dapat menyebut iklan rokok favoritnya, dan 50 persen dari mereka, memiliki kecenderungan merokok pada saat kuliah. Salah satu iklan yang sangat populer di ingatan mereka, adalah iklan rokok Camel No. 9 di atas. Selain iklan yang ditempatkan di majalah-majalah mode seperti Vogue dan Glamour, produk Camel itu ternyata juga membagi-bagikan berbagai merchandise khusus perempuan, seperti lip balm, tas, dan hiasan telepon genggam.

Kreator iklan tersebut, R.J. Reynolds, menyatakan bahwa sejak diluncurkannya tahun 2007, iklan tersebut tidak menargetkan remaja, dan media tempat iklan itu dimuat, dipastikan segmennya adalah 18 tahun ke atas. Lagipula menurut pengakuannya, iklan tersebut sudah tidak tayang sejak 2008.

R.J. Reynolds, which makes Camel No. 9, said that the product and the advertisements were not designed to attract teenagers. “Camel No. 9 was developed in response to female adult smokers, both of Camel and competitive brands, who were asking for a product that better reflected their taste preferences and style,” according to a prepared statement issued by the tobacco company.

“When Camel No. 9 was launched in 2007, all magazine advertisements for it appeared in publications whose readership was at least 85 percent age 18 or older,” the statement continued. “More importantly, R.J. Reynolds has not run any print advertising for cigarettes, including Camel No. 9, for more than two years, and there has been no in-store advertising for Camel No. 9 since 2008.”

Penelitian jangka panjang yang dilakukan Pediatric, jarang (bahkan mungkin tidak ada) kita temukan di Indonesia. Penelitian seperti ini padahal sangat penting untuk mengukur dampak iklan, karena penelitian terhadap dampak tidak bisa dilakukan setahun-dua tahun masa tayang iklan. Konsistensi penelitian seperti ini yang dapat menjadi bukti nyata, betapa pengaruh iklan memang tidak bisa “dilokalisir”. Sang kreator boleh menyanggah bahwa iklan tidak menargetkan remaja putri, tetapi dari penggunaan warna, komposisi, dan visualisasi secara umum, sulit memilah khalayak secara spesifik.

Peningkatan angka remaja yang menyebut iklan Camel itu sebagai iklan favorit dari tahun ke tahun, disimpulkan Pediatric sebagai tanggung-jawab pengiklan. Berdasarkan penelitian itu, tampak jelas bahwa iklan telah berkontribusi terhadap peningkatan minat remaja putri terhadap perilaku merokok.

Sumber: Teen Girls Say Pink Camel in Cigarette Ads Caught Their Eye

Komentar Anda?


Topik

Komentar

Gabung Melekmedia!