12 February, 2014 

Melek Media dan Kewarganegaraan

Oleh: Melekmedia
Tentang: , ,  –  7 Komentar

Melek media (media literacy), merupakan rangkaian kemampuan dalam ‘membaca’ pesan dalam media, hingga kemampuan memproduksi dan terlibat dalam hal komunikasi. Tentu dalam kapasitas sebagai masyarakat biasa, tidak serta-merta semua orang harus punya koran, atau format media massa lainnya.

Teknologi internet misalnya, sudah mempermudah jalan kita, sebagai warga masyarakat biasa, untuk aktif terlibat dalam penyelenggaraan negara, dalam arti luas. Belakangan ini banyak perundang-undangan yang memberi kesempatan warga untuk mengawasi, ataupun mengemukakan keberatan atas sebuah kebijakan.

Tapi bentuk keterlibatan itu, tentu saja butuh kompetensi tertentu. Menyampaikan keberatan, tentu ada prosedurnya, dan karenanya memahami prosedur itu sangat penting agar suara kita tidak jadi sia-sia. Mengemas pesan dengan baik, agar mudah dipahami, juga bagian yang sangat penting dalam komunikasi. Ibarat pidato di tengah ramainya pasar, kalau tidak dikira orang gila, mungkin Anda dikira sedang kecopetan.

Melek media, awalnya berkaitan dengan memahami pesan secara ‘benar’ dalam media massa, baik itu yang berbentuk berita, ataupun dalam bentuk lain seperti iklan. Baik berita maupun iklan, punya tujuan yang kurang lebihnya sama, menyampaikan informasi. Hanya karakteristiknya saja yang berbeda.

Access/Akses

Kompetensi pertama yang penting dalam melek media, mampu mengakses informasi. Akses dalam hal ini bukan sekedar langganan koran, majalah, atau bisa nonton televisi di rumah sendiri, tapi dalam arti yang lebih luas lagi, yaitu menangkap isinya. Ketika warga negara bisa mengakses informasi, berarti ia mampu mengumpulkan informasi yang relevan dan bermanfaat, serta mampu memaknainya secara efektif. Mereka akan memiliki kemampuan:

  • mengenali dan memahami kosa kata yang jutaan jumlahnya, simbol-simbol visual, dan beragam teknik komunikasi;
  • mengembangkan strategi untuk memilah & menentukan sumber informasi;
  • memilih dan memilah informasi yang dianggap berguna bagi dirinya.

Analyze/Menganalisa

Kompetensi berikutnya, adalah kemampuan menganalisa. Menganalisa struktur pesan, yang dikemas dalam media, mendayagunakan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan untuk memahami konteks dalam pesan pada media tertentu. Misalnya, mampu mendayagunakan informasi di media massa untuk membandingkan pernyataan-pernyataan pejabat publik, dengan dasar teori sesuai ranah keilmuannya. Kompetensi lainnya bisa diperiksa dengan kata kerja seperti, membedakan, mengenali kesalahan, menginterpretasi, dsb.

Evaluate/Menilai

Setelah mampu menganalisa, maka kompetensi berikutnya yang diperlukan adalah membuat penilaian (evaluasi). Seseorang yang mampu menilai, artinya ia mampu menghubungkan informasi yang ada di media massa itu dengan kondisi dirinya, dan membuat penilaian mengenai keakuratan, dan kualitas relevansi informasi itu dengan dirinya; apakah informasi itu sangat penting, biasa, atau basi. Tentu saja kemampuan dalam menilai sebuah informasi itu dikemas dengan baik atau tidak, juga adalah bagian dari kompetensinya.

Create/Mencipta

Menciptakan pesan, yang dimaksud adalah mampu berkomunikasi dengan baik. Ketika berkomunikasi, seseorang ‘mengkode’ pesan (encoding), kemudian dikemas sedemikian rupa, sehingga kemudian dibongkar kode itu (decoding) oleh para penerima pesan. Format pesan saat ini sudah berkembang dengan pesat, sehingga tidak saja dalam bentuk teks, tetapi juga rupa, rungu, atau keduanya.

Participate/Aktif Terlibat

Ketika seseorang sudah aktif terlibat dalam proses komunikasi multi arah, maka ia akan terlibat dan berinteraksi dengan banyak pihak lain secara terus menerus. Hubungan ini akan melahirkan jejaring, kolaborasi, dan kerjasama saling menguntungkan dalam hal penyebaran informasi.

Memberitakan jalan yang macet, menjadi peristiwa penting bagi pengguna jalan yang akan melewati jalan tersebut. Semakin banyak sumber beritanya, semakin memudahkan orang lain mendapat akses atas informasi itu.

Sampai di titik ini, kita akan kembali ke tahapan awal mengenai akses. Artinya, lingkaran proses ini harus berjalan secara konsisten, dalam sebuah system yang tertutup, supaya tingkat melek media warga kita semakin tinggi. Menerima informasi saja tidak cukup, perlu kemampuan mencermati, memilah, mengemasnya kembali, hingga kemudian menyebarkannya kepada pihak lain yang lebih luas.

Kaitannya dengan kualitas kewarganegaraan kita (citizenship), melek media memberi kemampuan yang lengkap kepada warganegara untuk aktif terlibat dalam mengawasi jalannya pemerintahan, melalui proses mengkritisi informasi, menghubungkannya dengan situasi terdekat, membuat analisa, dan menyampaikannya kepada publik. Secara tidak langsung, kita sudah berbicara di ranah jurnalisme warga. Artinya lagi, era media massa yang mengandalkan komunikasi satu arah, sudah hampir berakhir. Sekarang adalah eranya partisipasi, web 2.0 yang digadang sebagai eranya konsumen adalah juga produsen informasi. Publikana.com ini, adalah salah satu upaya konkrit dalam mendorong literasi media warga masyarakat.

Rendahnya kualitas literasi media kita, sama saja dengan tingginya marjinalisasi warga dari urusan politik dan pemerintahan, yang nota bene menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita, sebagai pembayar pajak, layak mempertanyakan kenapa jalan di situ kok gampang rusak. Tanpa kemampuan melek media, maka uneg-uneg itu hanya akan disimpan dalam hati, jadi pembicaraan di warung kopi, terkadang menyebabkan frustasi hingga malah melahirkan anarki. ***

*) Tentang definisi media literacy, disarikan dari Literacy for the 21st Century, terbitan medialit.org. Anda juga bisa unduh dokumennya di sini: Literacy for the 21-st Century, serta di sini tentang Class Room Guide for Media Literacy.

7 Komentar untuk “Melek Media dan Kewarganegaraan”

  1. Guh

    The file You are looking for… may be deleted by the user or by the Administrator !

  2. rahadian p. paramita

    Maaf mas. Komentar Anda sebelumnya di artikel http://melekmedia.org/kajian/literasi-baru/iklan-televisi-dan-kebohongan-publik-yang-terstruktur/ hilang, krn kami harus restore database setelah blog ini diserang beberapa hari yang lalu. Backup database ternyata sebelum Anda membuat komentar, jadi komentar Anda tidak tercantum lagi. Saya masih simpan dalam bentuk notifikasi, semoga bisa dikembalikan ke tempatnya. 🙂 Thanks!

Komentar Anda?


Gabung Melekmedia!