28 January, 2012 

Hari Privasi Data, atau Data Privacy Day

Oleh: rahadian p. paramita
Tentang: , ,  –  Komentar Anda?

Tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Privasi Data, atau Data Privacy Day. Awalnya beberapa negara di Eropa yang memperingatinya, tetapi kemudian menjadi perayaan banyak negara di dunia. Tujuannya, agar masyarakat aware bahwa persoalan privasi data adalah persoalan serius.

Di era digital, dimana semua data mulai dipindahkan ke dalam jeajaring di internet, maka peluang diaksesnya data-data tertentu oleh pihak yang tidak berkepentingan sangat mungkin terjadi. Pertanyaan juga sering diajukan kepada para pengelola jejaring sosial, yang mengumpulkan data pribadi para penggunanya. Jejaring seperti Facebook, Google+, atau Twitter, memerintahkan penggunanya menyerahkan identitas yang cukup lengkap. Mereka menjanjikan keamanan terhadap data-data tersebut, tetapi siapa yang bisa menjamin?

Dalam salah satu paragraf di penjelasan mengenai Data Privacy Day, terdapat kalimat sebagai berikut:

Data Privacy Day promotes awareness about the many ways personal information is collected, stored, used, and shared, and education about privacy practices that will enable individuals to protect their personal information.

Jadi, intinya kampanye ini ingin menyadarkan para pengguna, tentang bagaimana informasi personal yang dimasukkan ke situs tertentu akan dikelola, dan atau dibagikan dalam jejaring, serta bagaimana praktik terbaik untuk melindungi informasi-informasi tersebut. Tetapi bukan saja pihak pengguna yang harus disadarkan, pihak pengelola informasi juga harus paham. Mereka harus mematuhi berbagai aturan yang tidak memperbolehkan penggunaan data pribadi konsumen untuk kepentingan di luar yang diminta. Mereka ini bisa pemerintah, atau perusahaan privat.

Yang mungkin kurang disadari, adalah ekspos terhadap data pribadi antar pengguna. Misalnya, ketika Anda SMS-an dengan orang lain, seharusnya SMS tersebut adalah data pribadi Anda berdua. Orang lain tidak punya hak mengakses data tersebut, kecuali dengan izin salah satu atau Anda berdua, atau karena berkonflik dengan hukum, pengadilan berhak mengakses data tersebut. Tetapi, seringkali hal ini dianggap sepele. Data pribadi, berupa SMS, email, Instant Messenging, atau Blackberry Messenger, seringkali tanpa berpikir panjang dipublikasikan ke ruang publik.

Berbeda dengan apa yang terjadi di jejaring sosial. Di sana berbagai macam data bisa ditemukan. Kemampuan memilah mana data yang sifatnya privasi, dan mana yang bersifat publik, harus dimiliki pengguna agar jangan sampai terjadi konflik antar pemilik data dengan yang mempublikasikannya. Jika terbukti seseorang mempublikasikan data yang sifatnya privat, ancaman hukumannya bisa sampai penjara. Lihat di sini tentang beragam sumber belajar tentang Data Privacy Day untuk remaja.

Cyberbullying, bisa menjadi dampak dari penyalahgunaan data privasi di internet. Mungkin apa yang terjadi pada Ariel dan Luna Maya, menjadi pelajaran berharga, seperti yang dipaparkan dalam iklan layanan masyarakat di bawah ini, untuk menyadarkan remaja, agar berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia digital.

Komentar Anda?


Gabung Melekmedia!