Anonymous is You!

Friday, 10. 28. 2011  –  Category: Media 2.0

Gerakan sosial, biasanya dikomandani beberapa aktivis gerakan yang aktif membangun jejaring dalam komunitas. Kali ini, gerakan-gerakan sosial itu dimungkinkan bergerak tanpa komando dari seorang pemimpin yang jelas wujudnya. Bagaimana bisa? Ternyata, bisa. Media sosial belakangan ini disebut-sebut punya andil dalam revolusi di beberapa negara Arab. Demonstrasi yang paling besar dan sangat berpengaruh, adalah yang terjadi di Mesir dengan menguasai Lapangan Tahrir. Media sosial, jauh-jauh hari sudah menjadi salah satu tulang punggung penyebaran informasi gerakan ini. Ketika media mainstream sudah terkooptasi kepentingan penguasa, para aktivis bergerilya melalui media sosial. Blog, Facebook, Twitter, menjadi corong yang ampuh dalam menyebarkan gagasan gerakan. Tapi media sosial bukan tujuan, ia hanyalah alat. Penelitian di balik fenomena Arab Spring di awal tahun 2011 ini, menguatkan dugaan bahwa […]

Manfaatkan Media untuk Kontrol Sosial

Monday, 10. 17. 2011  –  Category: Media 2.0

Suatu ketika, saya sedang berkendara bersama istri saya. Tiba-tiba di sebuah putaran di salah satu daerah di dekat Jl. Wastu Kancana, Bandung, kendaraan saya dihentikan oleh sekelompok polisi yang sedang sweeping. Istilah ini sering kita gunakan untuk kegiatan polisi yang sedang memeriksa semua pengendara, entah semua atau beberapa yang menurut mereka mencurigakan untuk ditanyai SIM dan STNK. Berhentilah saya ke pinggir jalan, dan seorang polisi menghampiri saya. Saya cari dompet, untuk menunjukkan SIM dan STNK. Sayang sekali, SIM ternyata tidak ada di dalam dompet, hanya ada STNK. Ok. Saya siap ditilang. Lalu Pak Polisi ini mengajak saya keluar, dan saya mengikuti mereka. Dalam perjalanan menuju salah satu sudut jalan, pak polisi menceramahi saya soal pasal yang saya langgar, dan saya cuma […]

Mengapa Media Sosial Ditakuti?

Thursday, 07. 14. 2011  –  Category: Media 2.0

Banyak orang mengutip pepatah “Vox populi, vox dei”, yang diterjemahkan secara literal menjadi “Suara Rakyat, adalah Suara Tuhan”. Tapi bagaimana memaknai pepatah itu sebenarnya? Dan apa pula hubungan judul tulisan ini dengan pepatah itu? Media sosial, digadang sebagai revolusi baru media yang membuat orang awam punya ruang untuk buka suara. Meskipun dengan sistem perwakilan -dimana kita sudah punya wakil yang harusnya menyuarakan kepentingan rakyat yang diwakilinya-  seharusnya peran media sosial tidak perlu-perlu amat. Tapi kenyataan di lapangan tidak seperti teorinya. Sistem perwakilan kita mendapat kritik pedas, karena demokratisasi yang berjalan pun masih perlu pendewasaan. Wakil rakyat yang terpilih ternyata dianggap tidak punya rekam jejak yang layak dianggap sebagai wakil rakyat. Mereka bisa terpilih karena populer, sebagian adalah selebritis, dan sisanya […]

Seberapa Cepat Anda Membaca Data?

Tuesday, 04. 26. 2011  –  Category: Literasi Baru

Sebuah berita di Koran Tempo hari ini (26/4/2011) menyatakan, 49% Siswa Setuju Aksi Radikal Berlabel Agama. Wow! Cukup memprihatinkan tentu saja. Penelitian ini dibuat oleh Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) selama Oktober 2010-Januari 2011. Kenapa atas nama agama, ada orang yang bisa memilih aksi radikal? Tapi bentar dulu, apa yang sebenarnya terjadi? Dalam artikel itu ditunjukkan 5 contoh pertanyaan beserta jawabannya. Yang menarik, Anda bisa lihat pilihan jawaban yang ditampilkan, entah berdasarkan apa. Saya tidak akan meninjaunya dari sisi metode penelitian yang sangat akademik, cukup dengan akal sehat saja. Silakan perhatikan baik-baik setiap pertanyaan dan jawaban yang dipilih untuk ditampilkan pada gambar di samping ini: Sekarang perhatikan 3 pertanyaan pertama, tentang kesediaan untuk terlibat dalam aksi kekerasan, aksi penyegelan serta perusakan, dan […]

Sudah Siapkah Kita Hidup di Ruang Publik?

Tuesday, 12. 21. 2010  –  Category: Literasi Baru

Apakah media sosial ini ruang privat atau publik? Media sosial, dimaksudkan sebagai media alternatif dari media tradisional yang cenderung searah dalam menyampaikan informasi. Media generasi baru ini, mengindikasikan bahwa setiap orang memiliki hak menyebarkan informasi. Media sosial, menjadi ruang publik karena lahir dari situasi yang demokratis. Memandang media sosial sebagai ruang privat, seolah ingin membenarkan bahwa setiap orang berhak melakukan apa saja, tanpa mempertimbangkan tingkat kedewasaan pengguna lain.

Media Sosial dan Demokrasi Deliberatif

Friday, 09. 17. 2010  –  Category: Media 2.0

Twitterland dikejutkan oleh serangan dari Julian Aldrin Pasha (JAP), juru bicara Presiden yang tampaknya berupaya membela ‘bosnya’ dari pencemaran citra. Ada nada kecemasan di sana, sekaligus pelecehan terhadap ruang publik. Saya tidak paham, kenapa Julian bisa bereaksi sekanak-kanak itu di media sebesar Kompas, hanya untuk bilang bahwa bohirnya itu sejatinya bersikap dan bertindak secara konsisten, disiplin, berdasarkan kebiasaan serta keyakinannya. Saya sendiri, tidak benci SBY secara pribadi. Nothing personal, lha wong ketemu aja gak pernah. Tapi saya kesel dengan lambannya pemimpin tertinggi di negeri ini, yang dipilih langsung pula oleh 60% pemilih. Kalau ia turun jabatan nanti dari Presiden, saya tidak akan peduli apakah ia mau tinggal di Cikeas atau menginap di hotel, mau 3 kali jadi ketua RT atau cuma 2 kali. […]

Apa dan Mengapa Media Literacy [Melekmedia]

Wednesday, 04. 7. 2010  –  Category: Literasi Baru

Apa, mengapa, dan bagaimana Media Literacy, atau Melekmedia? Beberapa ahli dalam video ini bicara tentang apa media literacy, dan mengapa ia penting. Mathew Needleman misalnya, menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan orang tua agar anak-anaknya bisa menjadi melekmedia. Mathew mengatakan, bahwa sebisa mungkin anak-anak sejak dini sudah diajak bicara mengenai media. Anak sekarang, sudah lebih sering menonton televisi, bahkan jauh sebelum mereka mengenal baca-tulis. Karenanya penting mendiskusikan mengenai apa yang mereka lihat dan dengar melalui televisi bersama mereka. Dalam artikel lain yang pernah ditulis di sini, Melek Media sangat berkaitan dengan kemampuan mengakses, menganalisa, menilai, dan mencipta, dan aktif terlibat dalam era komunikasi yang hampir tanpa batas ini. Masing-masing kemampuan ini perlu diasah, baik dalam lingkungan sekolah maupun di […]

Media Sosial itu Apaan Sih?

Friday, 03. 19. 2010  –  Category: Media 2.0

Apaan sih social media? Pertanyaan ini mungkin sering muncul, seiring dengan popularitas social media, atau media sosial, yang kini sedang menanjak. Di berbagai media massa, isu ini sering dibahas, baik dari sisi positifnya, maupun negatifnya. Ada banyak sekali pula penjelasan mengenai media sosial ini. Ini hanyalah salah satu ulasan tentang media sosial, yang berhasil ditemukan di internet. CommonCraft.com, adalah website unik yang menyajikan banyak sekali video-video, dengan judul label “… In Plain English“. Maksutnya adalah, “… penjelasan dalam bahasa yang sederhana”. Menurut video dari CommonCraft.com ini, sosial media terlahir seperti gagasan menjual Ice Cream (Es Krim). Diversifikasi rasa dalam produk Es Krim, memberi ide pada banyak orang untuk membuat es krim-nya sendiri. Lalu bermunculan lah banyak sekali es krim dengan […]

Anda pasti tahu apa itu virus HIV, virus penyebab AIDS. Untuk sekedar mengingatkan, AIDS adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Anda bisa dapatkan informasi ini dari wikipedia.org. Tapi saya tidak sedang membicarakan apa dan kenapa HIV/AIDS, melainkan sedang terkesima dengan diluncurkannya Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia, yang kini menimbulkan kontroversi. Paling tidak di dunia maya, berbagai tulisan, tweets, dan debat atau polling sedang membicarakannya. Membaca pasal demi pasal, dan mencoba menghayati alasan di belakangnya, maka yang saya tangkap peraturan ini seperti […]

Dunia Maya, Hutan Belantara

Thursday, 01. 14. 2010  –  Category: Media 2.0

Setelah kasus Bu Prita, beberapa kasus soal pencemaran nama baik jadi mulai merebak. Yang menarik adalah, kasus-kasus ini berhubungan dengan dunia maya. Mulai dari email pribadi, milis, jejaring sosial, blog, dan sejenisnya. Dan kita tahu biangnya, UU Informasi dan Transaksi Elektronik! Yang terakhir pernah saya temukan di internet tentang ‘sesuatu‘ yang kemudian menjadi HOAX tentang salah satu produk minuman terkemuka di Indonesia ini. Sesuatu yang tadinya eksperimen kreatif di ruang semi tertutup, jadi bumerang karena bocor tanpa membawa konteks aslinya. Saya tidak akan bicara salah benar. Itu hanya contoh kasus saja. Yang ingin saya bicarakan sebenarnya tentang literasi. Literate, yang dalam bahasa aslinya berarti having or showing education or knowledge, typically in a specified area, seringkali kita terjemahkan menjadi literasi, […]


Topik

Komentar

Gabung Melekmedia!


Hosting oleh: